Rabu, 25 April 2012

Mengapa semua orang takut hujan

Di seminar-seminar motivasi saya di seluruh penjuru tanah air, sering saya lemparkan gagasan tentang tim impian (dream team). Tentu saja, lengkap dengan cerita dan tebak-tebakannya. Penasaran? Anda beruntung. Tanpa harus hadir di seminar saya, sekarang semuanya akan saya sampaikan. Begini ceritanya.

Mengapa hampir semua orang -termasuk presiden Amerika sekalipun- takut dengan yang namanya hujan? Ah, jangan langsung menyerah begitu
. Cobalah pikir sebentar jawabannya. Yah, karena tiap-tiap butir hujan mematuhi sepenuhnya hukum tim. Dalam artian, masing-masing tidak pernah turun sendirian. Ia selalu turun bersama teman-temannya sebagai satu tim. Maka, jadilah hujan sungguhan, yang dihindari, bahkan ‘disegani' oleh siapapun (kecuali ojek payung). Hahaha!

Dan tahukah Anda, konon seekor kuda mampu menarik beban seberat dua ton. Sekali lagi, hanya dua ton. Saya uji Anda dengan pertanyaan, berapa ton yang mungkin diangkut oleh dua ekor kuda? Empat ton? Enam ton? Atau sepuluh ton? Mohon maaf, Anda salah! Percaya atau tidak, ternyata dua ekor kuda sanggup menyeret beban seberat 23 ton! Gila! Menurut saya, di situlah letak keampuhan dreamteam. Tolong, jangan dibantah!

Kedua fenomena tersebut hendaknya diteladani oleh setiap tim, termasuk tim penjualan di setiap perusahaan. Di mana sesama penjual sejatinya menjunjung tinggi asas kebersamaan serta asas manfaat antara satu sama lain. Ya sinergi, ya berbagi. Bukankah begitu? Tetapi sepengetahuan saya, kebanyakan tim penjualan adalah kumpulan individu yang saling sikut, saling menelikung dan saling menjelek-jelekkan. Pokoknya, ndak kompak blas!

Coba bayangkan yang sebaliknya! Salesman Andi ngegosip yang positif tentang rekannya di hadapan prospek, "Saya salut dengan Bobby, Pak! Setiap kali bertemu dengan pelanggan, ia senantiasa menunjukkan sikap empati." Sementara salesman Bobby ngegosip yang positif pula soal Andi di depan prospek yang lain, "Wah, saya kagum pada Andi, Bu! Dia memiliki komitmen yang total terhadap pelanggan."

Lha, apa yang kemudian yang terjadi? Saya jamin catatan penjualan mereka berdua akan melambung gila-gilaan melampaui kolega-kolega mereka yang saling menjelek-jelekkan. Kok bisa? Jawabannya, gosip yang positif yang mereka sebarkan. Tak ayal lagi, itu menjadi promosi silang di antara mereka.

Dalam MLM, inilah yang diistilahkan dengan edifikasi (endorsement). Yah, bukan rahasia lagi, penjualan dari satu grup sangat bergantung pada tingkat edifikasi sesama anggota di grup tersebut. Dan seperti yang saya bahas dalam buku bestseller 10 Jurus Terlarang, teknik ini juga berlaku terhadap partner bisnis Anda.

Memang, pelanggan sangat tertarik untuk mendengar kata-kata negatif dan cerita-cerita miring (Anda juga ‘kan?). Itu sih lumrah. Tetapi percayalah, pelanggan sama sekali tidak tertarik untuk membeli dari salesman yang melontarkan kata-kata negatif dan cerita-cerita miring tentang rekannya sendiri (Anda juga ‘kan?). Sekali lagi, jangan lupa, edifikasi!

Ippho Santosa adalah mantan marketer di dalam dan luar negeri, produser Andalus, penulis bestseller 10 Jurus Terlarang. Buku-bukunya (salah satunya ditulis bersama Tantowi Yahya) direkomendasikan oleh pakar-pakar bisnis dari Amerika, Singapura, dan Malaysia.

sumber:http://disqus.com/forums/andriewongso/ippho_santosa/trackback/

0 komentar:

Posting Komentar

Follow by Email