Jumat, 23 Maret 2012

4 tanda pria yang siap menikah

Apa yang membuat seorang pria telah siap membawa Anda masuk ke jenjang pernikahan? Ada banyak jawaban yang bisa Anda terima. Melalui sisi psikologis pria, menurut Profesor Carol Morgan , tanda bahwa mereka siap mengakhiri masa lajang untuk masuk ke dunia pernikahan bisa dilihat dari jam biologis mereka. Untuk melihat tanda-tanda kesiapan itu, ada empat hal yang bisa Anda perhatikan.
1. Mulai Meninggalkan Kebiasaan ‘Nongkrong’ & Bersenang-Senang
Berdasarkan hasil jajak pendapat pada 2.500 pria usia 17 hingga 70 tahun, tanda pertama yang membuat pria berpikir sudah waktunya mereka menikah adalah mulai mengurangi dan enggan mengunjungi tempat hang out dan tempat nongkrong favorit mereka, misalnya bar, cafe, klub malam dan lain sebagainya. Para pria dalam jajak pendapat tersebut mengaku bahwa mereka makin jarang mengunjungi tempat-tempat tersebut.
2. Mandiri Dalam Segi Keuangan
Menurut Profesor Morgan, hal selanjutnya yang harus dimiliki seorang pria adalah kemandirian dalam hal keuangan. Prioritas dari kebanyakan pria adalah keamanan keuangan, bahkan sebelum mereka memiliki keluarga dalam sebuah pernikahan. Jika ada pria yang masih belum bisa membayar sendiri semua tagihan pribadinya, maka dia jelas belum mampu memikul tanggung jawab untuk istri dan anak-anaknya kelak.
3. Keinginan Untuk Menjadi Seorang Ayah
Saat seorang pria siap memasuki jenjang pernikahan, maka sudah sewajarnya dia telah siap menjadi seorang suami dan ayah. Jika Anda melihat kekasih Anda tidak canggung bermain dengan keponakannya atau anak balita dari temannya, maka itu bisa menjadi salah satu sinyal bahwa dia telah siap memiliki seorang anak dan siap menjadi seorang ayah.
4. Bersikap Seperti Seorang Suami
Bersikap dan berperilaku seperti suami dalam hal ini adalah tidak canggung membahas masa depan bersama Anda. Misalnya saja mengenalkan Anda pada keluarganya, tidak canggung membahas rencana bila telah menikah kelak, dan tentu saja dia tidak keberatan membahas mengenai rencana keuangan setelah menikah. Walaupun banyak yang menganggap membahas masalah keuangan sebelum menikah dianggap belum pantas, tetapi merencanakan keuangan bersama adalah pondasi kokoh yang harus dipersiapkan sebelum pernikahan berlangsung.
Sumber: Vemale.com

0 komentar:

Posting Komentar

Follow by Email