Jumat, 13 April 2012

bahagia milik kita semua

Kebahagiaan adalah salah satu hal yang diinginkan kebanyakan orang namun ada banyak sekali perspektif mengenai kebahagiaan itu sendiri. Salah seorang temanku ada yang bilang bahwa bahagia menurutnya adalah ketika mempunyai harta yang banyak sehingga bisa berbuat apa saja untuk hidupnya. Atau ada juga yang bilang bahwa kebahagiaan adalah ketika duduk tenang di dalam rumah sambil menikmati secangkir kopi, dan sebagainya. Bagaimana definisi kebahagiaan menurut teman-teman?
Sebelumnya telah saya ulas mengenai "Kita harus kaya agar masuk surga". Harta itu ibarat sebuah pedang yang apabila anda mampu menggunakannya dengan baik maka ia akan bermanfaat namun sebaliknya apabila tidak bisa menggunakannya malah bisa membunuh. Namun apabila kita adalah seorang yang beriman dan bertakwa kepadaNya tentu akan mencari harta itu adalah hanya karena Allah dan demi kemaslahatan orang lain. Artinya dengan harta yang banyak kita bisa beribadah dengan tenang dan tidak disibukan oleh pekerjaan-pekerjaan tertentu yang malah menjauhi kita dari beribadah kepadaNya. Dengan harta yang banyak kita bisa membangun sarana dan prasarana umat. Dengan harta yang banyak kita bisa berbuat lebih untuk orang lain, menaik hajikan orang lain, membiayai biaya rumah sakit orang lain, membiayai biaya sekolah anak-anak tidak mampu, dan lebih bisa membantu ekonomi orang lain dengan memberikannya modal untuk usaha atau sekedar memberikan oranglain kecukupan. Bayangkan jika kita tidak punya harta? Helooo??? Mau ngasih apa untuk agama kita dan oranglain pada umumnya? ;-). Jadi intinya kita harus kaya untuk mencari kebahagiaan dan kebahagiaan itu muncul ketika kita bisa beribadah dengan tenang dan membantu orang lain tentunya kan?
Tapi sebelum bertindak lebih jauh disini saya punya cerita seorang nelayan yang didatangi oleh seorang pengusaha sukses yang insya Allah akan bermanfaat untuk kita semua.
Setelah berjalan-jalan ke sebuah desa tibalah seorang pengusaha ke tempat nongkrong para nelayan. Disana ia melihat seorang nelayan yang nampak pulang sebelum waktunya. Si pengusaha itu bertanya kepada nelayan, "Kenapa anda sudah pulang bukannya biasanya yang lain pulang sore?" Kemudian si nelayan menjawab, "Kami sudah punya banyak tangkapan ikan pak, insya Allah cukup untuk di jual ke pasar dan buat kita makan". "Setelah ini anda mau kemana?" Tanya si pengusaha. "Saya mau main gitar sejenak kemudian kumpul bareng bersama keluarga pak" jawab si nelayan. "Harusnya anda bekerja lebih giat lagi untuk pekerjaan anda. Bayangkan jika anda tetap berlayar dan anda pulang sore hari kemudian anda punya penghasilan 3 kali lebih banyak dan anda terus melakukan itu selama beberapa minggu anda akan punya  tabungan dan bisa anda gunakan untuk membeli perahu baru. Anda bisa mempekerjaan oranglain untuk menjalankan perahu kedua dan anda terus banting tulang tiap hari sampai anda punya banyak perahu yang di beli. Dan anda akan menjadi Pengusaha armada perahu, anda bisa punya banyak waktu untuk keluarga anda dan anak isteri anda. Bisa memanfaatkan waktu produktif anda dan anda akan hidup tenang" Si pengusaha memberikan nasihat. Lantas si nelayan menjawab, "Tapi saya sudah memiliki semua itu pak".
Kadang waktu-waktu kita hanya disibukan oleh kegiatan mengumpul-ngumpulkan uang untuk masa depan tanpa memikirkan suatu aspek yang sangat penting yaitu kebahagiaan itu sendiri. Jangan pernah menunggu kebahagiaan itu datang tapi nikmatilah apa yang anda miliki. Banyak yang bilang, "Saya akan bahagia ketika punya mobil" Namun nyatanya setelah punya itu dia berkata, "Aku akan bahagia jika punya istri" Namun setelah punya isteri dia tidak juga bahagia dan berkata, "Aku akan bahagia ketika punya rumah mewah" Namun setelah dia punya itu dia masih ingin yang lebih dan seterusnyalah kita. Sebenarnya yang kurang itu bukanlah materi melainkan rasa syukur kita.
Tetaplah syukuri apa yang telah Tuhan berikan kepada kita. Berdoa, bersyukur dan berusaha adalah kuncinya karena usaha tanpa rasa syukur dan doa adalah sia-sia.
Semoga bermanfaat.
Salam sukses.

0 komentar:

Posting Komentar

Follow by Email