Rabu, 07 Maret 2012

kisah sukses pengusaha fried chicken


Gagal dalam menjalankan bisnis tidak membuatnya surut untuk menjadi pengusaha sukses. Itulah yang dijalani pasangan Muhammad Aris Sukoso dan Eni Purwati,pemilikusaha Ayam Goreng Qriuk Fried Chicken (QFC). Sebelum menemukan usaha ayam goreng yang kini telah berkembang menjadi beberapa outlet, mereka memang telah kaya akan pengalaman gagal dalam berbisnis. Mereka sempat menekuni bisnis bubur ayam, wedang ronde, tahu sumedang, roti bakar dan warung kopi. Semua berujung pada kegagalan hingga memaksanya menjadi penarik angkot.

Perjalanannya menemukan ramuan ayam goreng Qriuk Fried Chiceken pun tidaklah mudah dan singkat. Ia merlukan waktu enam bulan ia meracik bumbu masakan, hingga menemukan cita rasa masakan ayam goreng yang tak kalah dengan restoran ayam goreng ternama . Kerja kerasnya menemukan racikan yang pas tidak sia-sia, hasilnya adalah ayam goreng QFC yang renyah, karena kaya dengan rempah-rempah.
Gerai QFC pertama kali dibuka pada tahun 2008 dengan modal 15 juta , dan penjualan 8 ribu sampai 10 ribu rupiah per porsi. Hasilnya cukup lumayan sebulan bisa meraup omzet lebih dari 30 juta. Dari omzet tersebut lima puluh persen bisa masuk pendapatan bersih.
Perkembangan yang cukup bagus dan menguntungkan dari bisnis ayam goreng ini membuat QFC mengembangkan bisnis dengan sistem waralaba. Dengan paket seharga Rp 8-10 juta, mitra usaha mendapatkan satu gerai QFC dan 50 porsi paket ayam goreng. Dengan BEP sekitar satu tahun. Outlet yang merupakan mitra QFC sudah berkembang di daerah Rawa Belong, Kebayoran Lama, Tebet, Pesanggrahan, Kedoya, dan Kebon Jeruk.
Kesuksesan QFC ternyata tidak hanya dinikmati sendiri oleh pemilik maupun mitra saja, namun juga dinikmati oleh kaum dhuafa. Karena setiap bulan QFC selalu berbagi dengan anak yatim dan kaum dhuafa.(/MajalahGontor)

0 komentar:

Posting Komentar

Follow by Email